KELIPING
ILMIAH
Disusun
sebagai tugas terstruktur dalam memahami materi
Ilmu
sosial budaya dasar
Disusun oleh
Nama
: Muhammaad aldry farhaan
Npm
: 022114036
Kelas
: 1 A
Program setudi: S1 jurusan akuntansi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan karuniaNya pada akhirnya saya sebagai penyusun tulisan atau
npenulis ini dapat menyelesaikan Kliping Ilmiah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.
Kliping ini di susun dan dibuat berdasarkan materi-materi yang ada. Materi
materi ini bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa
dalam belajar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.
Kliping ini di buat berdasarkan preferensi
dari artikel yang berkaitan dengan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Tak lupa
penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak DR. H .Fri Suhara,SH,, MH. selaku
dosen pengajar mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atas bimbingan dan
pengarahannya dalam penulisan dan penyusunan kliping ini.
Saya sebagai penyusun dan penulis menyadari
bahwa kliping ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan
maupun materinya, maka dari itu kritik dan saran dari pembaca tentunya akan
mampu membawa penulis menuju perbaikan yg lebih baik kesalahan nya milik saya
dan kelebuhan nya hanya milik allah swt.
Akhir kata, semoga kliping ini dapat
memberikan manfaat dan wawasan bagi kita sekalian.
BAB 1
1.1 Latar
Belakang
Mata kuliah IBD adalah salah satu mata
kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang
berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari.
Menunjuk kedua pokok masalah yang bisa
dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati
posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian.
Bagaimana hubu ngan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri,
nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi
tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. pertama di bab 1 kita membahas tetang
Manusia dan cinta kasih
2. bab 2 Manusia dan Keindahan
3. bab3 Manusia dan Penderitaan
4. bab
4Manusia dan Keadilan
5. bab
5Manusia dan Pandangan hidup
6. bab
6 Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
8. dan bab 8 Manusia dan harapan
7
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang sekaligus
daftar isi diatas maka dapat di rumuskan sebagai berikut :
- Apa pengertian dari cinta kasih ?
- Apa pengertian dari keindahan ?
- Apa pengertian dari penderitaan dan
sebab-sebab terjadinya penderitaan?
- Apa pengertian dari keadilan dan
macam-macamnya ?
- Apa pengertian dari pandangan hidup ?
- Apa pengertian dari tanggung jawab ?
- Apa pengertian dari kegelisahan dan
bentuk-bentuk kegelisahan ?
- Apa pengertian dari Harapan ?
1.3 Tujuan
Penulisan
Adapun maksud dan tujuan pembahasan
kliping ini, yaitu berdasarkan rumusan masalah di atas :
1.
Untuk mengetahui makna
cinta kasih.
2.
Untuk mengetahui arti
keindahan.
3.
Untuk mengertahui
pengertian penderitaan dan sebab-sebab penderitaan.
4.
Untuk mengetahui
pengertian keadilan serta macam-macamnya.
5.
Untuk mengetahui arti
pandangan hidup.
6.
Untuk memahami rasa
tanggung jawab.
7.
Untuk mengetahui
pengertian kegelisahan dan bentuk-bentuk kegelisahan.
8.
Untuk
menjelaskan pengertian penderitaan.
BAB
2

Pengertian
Cinta Kasih
Ada beberapa pendapat
mengenai pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan
W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang
(kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan
kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas
kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata
kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih
dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai
dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan
kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan,
yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan
kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau
yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah
kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Erich Fromm (1983:
24-27) dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan bahwa cinta itu terutama
member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan yang paling tinggi dari
kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal-hal yang sifatnya
manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan unsure-unsur dasar tertentu,
yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.
Dr. Sarlito W. Sarwono
mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsure, yaitu ketertarikan,
keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia,
segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan
dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada
jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara
digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang. Sedangkan
kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh
dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak
ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
Secara sederhana cinta
kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur terikatan, keintiman
dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga Cinta) di sertai dengan belas kasihan,
pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab.
Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif, berguna, saling
menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.
2.2 Pengertian Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang
menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yitu perasaan
sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga
kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan
pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung
jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling
terbuka, sehingga keduannya merupakan
suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan
dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang
dalam kehidupan keluarga.
2.3 Macam-macam Cinta
Menurut Erich Fromm
(1983 : 54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai
macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :
Cinta Diri Sendiri
Secara alami manusia
mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta
diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini
bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah
mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi
seimbang ini bernilai positif. Dengan
demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang
dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.
Cinta Sesama Manusia /
Persaudaraan
Cinta kepada sesama
manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia
itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama
manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti
karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya,
melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.
Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu
disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia
sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.
Cinta Erotis
Cinta yang erat
dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat
eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu
dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain
Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka
berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan.
Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal
pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa
ketidak puasan bias berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin
timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak
mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi
berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.
Cinta Keibuaan
Kasih sayang itu
bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri
seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan
fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan
kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa
berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan
psikis.
Cinta terhadap Allah
Merupakan puncak cinta
manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat
perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta
yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan
pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk
cinta yang lain.
Cinta terhadap Rasul
Ini merupakan ideal
yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai
sifat luhur lainnya.
2.4 Mewujudkan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan
cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat
dengan cara :
Cara mewujudkan cinta
diri sendiri
Dapat dilakukan dengan
mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri
terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi-
wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
Cara mewujudkan cinta
sesama manusia / persaudaraan
Dapat dilakukan dengan
perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong
menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910)
seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong
setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859)
mendirikan Palang Merah International (1863)
Cara mewujudkan cinta
erotis
Dapat dilakukan apabila
dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat
atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan
yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.
Cara mewujudkan Cinta
Keibuan
Dapat dilakukan dengan
dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak
dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih
sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di
jauhkan dari segala kesusahan.
Cara mewujudkan Cinta kepada
Allah
Dapat dilakukan dengan
dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan
beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi
larangan yang sudah di tentukan Nya.
Cara mewujudkan Cinta kepada
Rasull
Dapat dilandasi dengan
cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu
sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih
diberi kehidupan oleh sang maha hidup.
BAB 3

Manusia dan Keindahan
Manusia
Manusia adalah makhluk
ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya,
karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan
dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan
kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif)
buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah
manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosil. Karena
bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain.
Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Keindahan
Keindahan, sering
diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari
kata indah,artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan
kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun
kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya
tidak indah.
Keindahan bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh
selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh.
Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni,
pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya.
Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” Akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris
diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”.
Dalam arti luas meliputi keindahan hasil seni, alam, moral dan intelektual.
Dan dalam arti estetik keindahan mencakup pengalaman estetik seseorang dalam
hubunganya dengan hubunganya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedangkan
dalam arti terbatas keindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan
warna.
Sesungguhnya keindahan itu memang merupakan suatu persoalan filsafati yang
jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada
pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau
kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya
adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita
yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony),
kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Hakekat dari Keindahan
Keindahan adalah
susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang
paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan
(symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan
bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat
diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas
Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana
dilihat.
Menurut luasnya pengertian keindahan
dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas, menurut
Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni,
yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang
diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu
yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa
keindahan bentuk dan warna
Keindahan identik
dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan.
Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang
selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan
:
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang
sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang
disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang
terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.
Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut Jean M.
Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok
besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa
keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni karena manusianya menciptakan
penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa
keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai
yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa
keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif,
artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek
manusia dan objek substansi.
Ada tiga hal yang
nyata ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan
(Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek
tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan
Hubungan
Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu
melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk
kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat
menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan
terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas
keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi,
sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan
merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung
kebenaran berarti tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang
tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan
kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni
berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman
keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau
terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan.
Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep
keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas
keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan
itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah,
sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang
yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan
kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain
imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai
objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan
orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama,
kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang
paling indah.
Jadi keindahan
mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan
benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri
yang melakukan interaksi.
Pengungkapan keindahan
dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu
pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan
hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam
masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu
saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi
manusia secara kodrati.
Ada beberapa alasan
mengapa manusia menciptakan keindahan, yaitu sebagai berikut:
1)
Tata nilai yang telah usang
2)
Kemerosotan Zaman
3)
Penderitaan Manusia
4)
Keagungan Tuhan
BAB 4
MANUSIA DAN PENDERITAAN
1. A. PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata Derita
yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan termasuk realitas Dunia dan
Manusia. Penderitaan ada yang ringan dan ada yang berat. Suatu peristiwa yang
dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi
orang lain. Bisa juga penderitaan menjadi energi untuk bangkit dan menjadikan
seseorang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Penderitaan juga merupakan teguran Tuhan
kepada Umat-Nya agar manusia sadar untuk tidak berpaling dari-Nya. Sebelum
penderitaan itu terjadi pada umumnya manusia telah diberikan tanda, tanda itu
dapat berupa mimpi dan lain sebagainya.
Tuhan telah menciptakan manusia dengan
segala kelebihannya dibandingkan dengan makhluk lainnya. Penderitaan itu dapat
berkurang tergantung bagaimana manusia menyikapi penderitaan itu. Bagi manusia
yang tebal imannya musibah yang sedang dialaminya akan segera menyadarkan
dirinya untuk bertaubat kepada Nya dan pasrah terhadap takdir yang telah
ditentukan Tuhan terhadap diri nya, dan yakin bahwa kekuasaan Tuhan jauh lebih
besar dari dirinya. Kepasrahan itu yang membuat manusia merasakan kedamaian
dalam hatinya dan lama kelamaan akan berkurang penderitaan yang dialaminya.
Sesungguhnya Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan
umatnya.
Di dalam Al-Qur’an maupun kitab suci
agama lainnya banyak surat dan ayat yang menjelaskan tentang penderitaan
manusia dan peringatan kepada manusia akan ada nya penderitaan, namun pada
umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut.
Dalam surat Al-Insyiqoq ayat 6
dinyatakan bahwa Manusia ialah makhluk yang hidup nya penuh perjuangan. Ayat
tersebut dapat diartikan bahwa manusia harus bekerja keras untuk kelangsungan
hidup nya yaitu dengan cara menghadapi alam, menghadapi manusia disekelilingnya
dan tidak lupa untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apabila manusia
melalaikan salah satu nya akibatnya manusia akan menderita.
Penderitaan itu ada yang fisik dan ada
yang psikis. Penderitaan fisik dapat dihadapi dengan cara medis untuk
mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya
terletak pada kemampuan penderita menyelesaikan persoalan-persoalan psikis.
B.
SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan
badan atau jasamani dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya
kebimbangan, kesepian dan ketakutan
1.
Kebimbangan
Kebimbangan adalah keadaan dimana
seseorang tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil, akibatnya
seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu. Bagi orang yang lemah
pikirannya masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu
berkepanjangan. Tetapi bagi yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil
keputusan sehingga kebimbangan akan cepat diatasi.
2.
Kesepian
Kesepian adalah keadaan dimana seseorang
merasa sepi dalam dirinya atau jiwanya walawpun dia berada di tempat keramaian.
Seperti halnya kebimbangan, kesepian
harus cepat diatasi agar seseorang tidak terlalu lama berada dalam siksaan
batin. Untuk mengatasi kesepian seseorang membutuhkan kawan untuk
berkomunikasi, kawan yang selalu ada dalam keadaan duka, yang mampu memahami,
mengerti dan menghayati kesepian yang dialami sahabat nya.
Selain mencari kawan seseorang juga
perlu mengisi waktunya dengan kesibukan. Sehingga kesepian dapat teratasi.
3.
Ketakutan
Ketakutan dapat menyebabkan seseorang
mengalami siksaan batin. Bila raasa takut itu dibesar-besarkan tidak pada
tempat nya maka disebut dengan phobia.
Seperti pada kesepian, ketakutan juga
dapat dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai. Banyak sebab yang
menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :
a.
Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut
terhadap ruangan tertutup. Misalkan kepanikan seperti situasi di lift, kereta
api atau pesawat udara. Sedangkan Agoraphobia adalah ketakutan seseorang berada
di tempat terbuka, pada umumnya penderita agoraphobia mengalami ketakutan
terhadap tempat umum.
b.
Gamang
Gamang adalah ketakutan bila seseorang
berada ditempat yang tinggi. Misalkan seseorang berada dijembatan yang sempit
yang dibawahnya terdapat air yang mengalir.
c.
Kegelapan
Kegelapan merupakan ketakutan seseorang
bila berada ditempat yang gelap. Sebab dalam pikirannya akan muncul sesuatu
yang menakutkan dalam tempat gelap seperti setan atau pun pencuri. Orang yang
demikian menghendaki ruangannya selalu terang.
d.
Kesakitan
Kesakitan merupakan ketakutan yang
disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami. Misalkan seseorang yang akan di
injeksi, sebelum jarum injeksi disuntikan kedalam tubuhnya seseorang tersebut
akan berteriak-teriak karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan
kesakitan.
e.
Kegagalan
Kegagalan merupakan ketakutan seseorang
disebabkan karena merasa bahwa apa yang dikerjakan akan mengalami kegagalan.
Misalkan seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta kembali
dikarenakan takut gagal dalam percintaan berikutnya. Trauma yang dialaminya
menjadikan ketakutan kalau hal tersebut terulang kembali.
C. KEKALUTAN
MENTAL
Kekalutan mental adalah gangguan
kejiwaan akibat ketidakmampuaan seseorang menghadapi persoalan yang harus
diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gajala awal sesorang mengalami kekalutan
mental :
1. Nampak pada jasmani yang sering merasa pusing, sesak napas, demam , nyeri
pada lambung.
2. Nampak pada kejiwaan dengan rasa cemas, cemburu, patah hati, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada kehidupan si penderita baik jasmani maupun
rohani
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara yang negatif yaitu lari dari
permasalahan. Bagi orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi
persoalan akan langsung menyelesaikan persoalan tersebut. Jadi bukan lari dari
persoalan tetapi melawan dan menyelesaikannya.
3. Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan memiliki gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
a.
Kepribadian yang lemah
Hal tersebut sering menyebabkan
seseorang merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mental nya.
b.
Terjadinya konflik sosial budaya
Norma yang berbeda antara yang
bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan
diri lagi.
c. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap
kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dihadapi
seseorang dapat mendorang kearah yang
a.
Positif
Trauma yang dialami dijawab dengan baik
yaitu dengan melakukan hal-hal yang bersifat positif seperti solat tahajud
malam hari untuk memperoleh ketenangan jiwa dan mencari jalan keluar untuk
mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
b.
Negatif
Trauma yang dialami diperlarutkan
sehingga orang yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat
tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk frustasi antara lain :
1.
Agresi
Kemarahan yang meluap-meluap akibat
emosi yang tidak terkendali, dan secara fisik dapat berakibat mudahnya
terserang tekanan darah tinggi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan
orang lain.
2.
Regresi
Kembali kepada tingkah laku yang
kekanak-kanakan seperti menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung,
memecahkan barang-barang
3.
Fiksasi
Peletakan atau pembatasan pada satu pola
yang sama. Misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri, membenturkan
kepala dengan benda keras.
4.
Proyeksi
Usaha melemparkan kelemahan dan
sikap-sikap sendiri kepada orang lain.
5.
Identifikasi
Menyamakan diri dengan orang yang sukses
dalam imaginasinya.
6.
Narsisme
Self love yang berlebihan sehingga
merasa dirinya lebih superior dibanding yang lainnya.
7.
Autisme
Gejala menutup dirinya secara total dari
dunia nyata, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, merasa puas dengan
fantasinya sendiri yang dapat menjurus kesifat yang sinting.
Pada umumnya penderita kekalutan mental
banyak terjadi di lingkungan :
1. Kota-kota besar karena pada umumnya dikota besar
tantangan hidup lebih berat sehingga orang merasa dikejar-kejar dalam memenuhi
kebutuhan hidup nya.
2. Anak-anak usia muda yang tidak berhasil
dalam mencapai yang dikehendaki atau di idam-idamkan.
3. Wanita yang pada umumnya lebih mudah
merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaan, tetapi sulit
mengeluarkan perasaan tersebut.
4. Orang yang tidak beragama tidak
memiliki keyakinan bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi.
5. Orang yang terlalu mengejar materi seperti
pedagang atau pengusaha yang terlalu berlebihan mencari keuntungan
sebanyak-banyaknya.
D.
PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalami
penderitaan baik ringan maupun berat. Manusia harus berusaha untuk mengurangi
penderitaan semaksimal mungkin atau bahkan menghilangkannya sama sekali.
Manusia hidup ditakdirkan bukan hanya
untuk bahagia, melainkan juga untuk menderita. Karena itu manusia hidup tidak
boleh pesimis yang menganggap hidupnya adalah bagian dari rangkaian
penderitaan. Manusia harus optimis, harus berusaha mengatasi kesulitan hidupnya.
Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang
berusaha merubahnya.
Pembebasan penderitaan pada hakekatnya
meneruskan kelangsungan hidup dengan cara berjuang menghadapi tantangan hidup
dalam alam sekitar, masyarakat sekitar, dengan waspada disertai doa kepada
Tuhan agar terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia hanya bisa
merencanakan segalanya Tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia dapat
menyebabkan penderitaan bagi manusia itu sendiri.
E.
PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Sebab-sebab timbulnya penderitaan antara
lain :
a.
Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena
perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan
hubungan manusia dengan alam sekitar.
Karena perbuatan buruk antara sesama
manusia yang mengakibatkan manusia lain menderita antara lain :
1. TKW Indonesia yang dianiaya di Malaysia disiksa, disetrika, diperkosa
bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Perbuatan buruk majikan yang menyebabkan
penderitaan bagi pembantunya sampai kehilangan nyawanya.
2. Perbuatan buruk orang tua kepada anak kandung nya yang menganiaya sampai
mengakibatkan kematian. Orang tua yang seharusnya melindungi dan menjadi contoh
bagi anak nya malah memberikan penderitaan kepada anak kandung nya sendiri.
3. Tawuran pelajar antara SMA 6 dan SMA 70 yang mengakibatkan dua orang luka
dan satu orang meninggal dunia. Tawuran pelajar yang menyisakan penderitaan
bagi keluarga maupun dirinya sendiri.
Perbuatan buruk manusia terhadap
lingkungan juga menyebabkan penderitaan bagi manusia. Tetapi manusia tidak
menyadari hal tersebut. Manusia baru menyadari setelah bencana itu terjadi
seperti :
1. Musibah banjir dan tanah longsor di Kota Ambon. Bencana ini memakan korban
sebanyak 5 orang meninggal akibat banjir dan 3 orang akibat tanah longsor,
belum terhitung lagi jumlah orang yang hilang dan kerusakan harta benda yang
diderita akibat bencana alam ini. Bencana alam ini bermula karena penebangan
hutan secara liar sehingga tanah tidak mampu menampung debit air hujan dan
berakibat banjir disertai tanah longsor. Pemerintah dan segenap jajaran
kesehatan dan tim SAR telah mengevakuasi korban, memberikan pelayanan kesehatan
di Rumah Sakit dan klinik. Mereka bekerjasama untuk membantu korban keluar dari
penderitaan ini.
2. Bencana Lumpur Lapindo yang disebabkan karena kelalaian manusia dalam
pengeboran sumur di Sidoarjo Jawa Timur yang mengakibatkan menyemburnya lumpur
panas dari bawah tanah. Semburan lumpur panas tersebut menyebabkan
tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan
di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Inilah penderitaan manusia akibat kelalaian pekerja dan pimpinan
perusahaan. Mereka harus bertanggung jawab untuk memulihkan penderitaan warga
sekitar.
b.
Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan juga dapat terjadi karena
penyakit, siksaan / azab Tuhan. Kesabaran, tawakal dan optimisme merupakan
usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut. Banyak contoh kasus
penderitaan semacam ini antara lain :
1. Seorang anak laki-laki yang lahir tanpa tangan dan kaki. ia berjuang mental
dan emosional serta fisik nya. Awalnya dia seakan tidak mempunyai harapan untuk
hidup seakan hidup ini tidak ada artinya lagi. Tetapi dia menyadari bahwa ada
tangan Tuhan yang akan selalu membantunya. Tuhan pasti akan menunjukan
kebesaran dan kuasanya bagi orang-orang yang tidak pernah mengenal putus asa.
Dengan kekuatannya itu dia mampu menyelesaikan study nya di Griffith University
dan sekarang dia menjadi seorang motivator Internasional. Dia adalah Nicholas
James Vujicic atau yang biasa sering dipanggil Nick Vujicic.
2. Nabi ayub mengalami cobaan Tuhan yaitu dia menderita penyakit kulit selama
bertahun-tahun. Nabi ayub kehilangan masa kejayaannya, keluarganya, teman dan
kaum kerabatnya. Dengan penuh kesabaran dan keihklasan Nabi ayub menjalankan
cobaan dari Tuhan. Berkat kesabaran dan keihlasannya beliau sembuh total dari
penyakitnya dan Allah memberikan kemulian yang berlipat-lipat sehingga Nabi
Ayub tidak lagi miskin.
3. Tenggelamnya fir’aun dilaut merah adalah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada
orang yang angkuh dan sombong. Ketika fir’aun mengngejar Nabi Musa dan
pengikut-pengikutnya menyebrangi laut merah. Dengan tongkat Nabi Musa laut itu
terbelah, Nabi Musa dan para pengikutnya segera menyebrangi laut tersebut.
Ketika fir’aun dan tentaranya tepat berada ditengah laut merah itu seketika itu
juga laut merah tertutup lagi dan fir’aun beserta bala tentaranya tenggelam
didalamnya.
F.
PENGARUH PENDERITAAN
Setiap penderitaan yang dialami oleh
seseorang membawa pengaruh baik positif maupun negatif.
Sikap positif yaitu sikap optimis dalam
menghadapi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan,
melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu
hanya bagian dari kehidupan.
Sedangkan sikap negatif misalnya
penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
A.
KESIMPULAN
Pada hakekatnya penderitaan dan manusia
itu berdampingan . karena penderitaan merupakain rangkaian dari kehidupan.
Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan.
Penderitaan itu dapat teratasi
tergantung bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah
dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan
Tidak semua penderitaan yang dialami
oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan
dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat.
Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya.
Agar manusia tidak mengalami penderitaan
yang berat untuk itu manusia harus bisa menjaga sikap dan kelakuannya baik
kepada sesama manusia, alam sekitar , maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yakin
dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan
umatnya.
BAB 5

MANUSIA DAN KEADILAN
Pengertian Keadilan, Keadilan menurut
Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan
sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu
sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua
orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka
masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak
sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama,
sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada
diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri
dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada
pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara
sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa
diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang
menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi
apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja,
masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada
nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum
dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara
hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan
menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila
setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh
bagian yang sama dari kekayaan bersama.
PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan
dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun.
Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.
Contoh Keadilan:
Seorang koruptor yang memakan uang
rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara selama 2 tahun tanpa ada
goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa hakim
dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil yang dikarenakan mencuri
dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang koruptor, padahal koruptor lah
yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada pencopet itu. Bahkan koruptor bisa
mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan seperti apartemen didalam penjara.
KEADILAN SOSIAL
Seperti pancasila yang bermaksud
keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk melaksanakan Indonesia yang
adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang
seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing.
5 Wujud keadilan sosial yang
diperinci dalam perbuatan dan sikap:
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk
untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan
sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan
sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada
orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras.
5. Sikap menghargai hasil karya orang
lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Asas yang menuju dan terciptanya
keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara
lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2.
Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.
Pemerataan pembagian pendapatan.
4.
Pemerataan kesempatan kerja.
5.
Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan
kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan
kaum wanita.
7.
Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8.
Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
BERBAGAI MACAM KEADILAN
a) Keadilan Legal atau
Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan
hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga
kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan
pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the
gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya
keadilan legal.
b) Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan
akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal
yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated
equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada
waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan
sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi
harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama,
justru hal tersebut tidak adil.
c) Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban
masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu
merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang
bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan
menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien,
Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik.
Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah
dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr.
sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan
komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu
merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena
Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak
rumah tangga Dr.Sukartono.
KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang
dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai
dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang
benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari
perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu
kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama
dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang
terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang
berupa kehendak, harapan dan niat.
Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah
hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Tuhan. Ia akan sampai
kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Tuhan
telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka
atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran.
Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Dan pada hakekatnya jujur
atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan
akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau
dosa.
KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan
ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak
serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang
diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari
hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa
bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak,
ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai
orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya
hidup menderita.
Sebab-Sebab Seseorang Melakukan
Kecurangan
Bermacam-macam sebab orang melakukan
kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat
aspek yaitu:
1. Aspek
ekonomi
2. Aspek
kebudayaan
3. Aspek
peradaban
4. Aspek
tenik
Apabila ke empat aspek tersebut
dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan
norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia dalam hatinya
telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan
yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. Tentang baik dan buruk
Pujowiyatno dalam bukunya "filsafat sana-sini" menjelaskan bahwa
perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya berbohong, menipu,
merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan buruk sudah tentu
baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia. Pada diri manusia
seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik merupakan tingkah laku,
karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun sukarlah untuk mengajukan
ukuran penilaian mengenai halyang penting ini. Dalam hidup kita mempunyai
semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan lawannya pada tingkah
laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik, kalau tidak baik tentu
buruk.
PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan utama orang
hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan
hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi
orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai
harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau
perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah
laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu,
antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara
menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.
Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala
kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau
tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus
tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan
harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan
kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh
kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela,
tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.
PEMBALASAN
Pembalasan adalah suatu reaksi atas
perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa, perbuatan yang
seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang
menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan
diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan
pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan disebabkan oleh
adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatkan pembalasan yang
bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan, menimbulkan pembalasan
yang tidak bersahabat pula.
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk
moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma
untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia bermuat amoral, lingkunganlah yang
menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang
melanggar hak dan kewajiban manusia lain. Oleh karena itu manusia tidak
menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha
mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu
adalah pembalasan.
BAB
6

A. MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Akal dan budi sebagai
milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia itu. Sebab
akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk
lain. Satu diantara keunggulan manusia tersebut adalah pandangan hidup. Disatu
pihak manusia menyadari kehidupannya lebih kompleks.
Pandangan hidup berupa
suatu penggaris yang mungkin dapat dinyatakan dengan kata-kata sebagai rumusan
juga dapat dikatakan rumusan:
a. Orang yang sulit menyusun perasaan,
pikiran dan kejiwaan.
b. Juga karena ia sendiri menyadari bahwa
mungkin ia dapat berbuat/ bertindak yang melanggar prinsip-prinsip yang
dikatakan.
c. Dan khawatir kalau ada kritik besar dan
penyelewengan pandangan hidup dari anak-anak atau orang yang di bimbing.
Menurut Drijarko S. J.
Mengatakan bahwa manusia itu serba terhubung dengan dunia jasmani sekitarnya,
terhubung erat dengan masyarakat dan akhirnya manusia itu tergantung seluruhnya
pada yang ada, yang mutlak, yaitu Tuhan.
Pandangan hidup adalah
Filsafat hidup. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenaran tentulah
bentuk kebenaran yang akan dicapai kebenaran yang dapat diterima oleh siapa
saja.
Kesadaran akan
kelemahan dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan
kekuatan ini manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu
mengintai dirinya, baik yang fisik maupun yang non fisik, seperti penyakit,
bencana alam, kegelisahan, ketakutan.
Banyak orang yang
pandangan hidupnya didasari pandangan-pandangan hidup untuk mengumpulkan harta
sebanyak-banyaknya; pada waktu mudanya, tetapi disaat-saat mendekati
kematiannya mulai berbuat seperti orang-orang yang hidup beragama.
Jadi pandangan hidup
merupakan keseluruhan garis dan kecendrungan jalan-jalan dan nilai-nilai yang
akan dicapaiuntuk landasan semua dimensi kehidupan. Dengan demikian bahwa
pandangan hidup merupakan masalah yang asasi bagi manusia. Sayangnya manusia
tidak memahami dan menyadarinya, sehingga banyak orang yang memeluk sesuatu
agama semata-mata atau sadar keturunan. Akibatnya banyak orang yang beragama
hanya pada lahirnya saja dan tidak sampai batinnya, atau sering dikenal dengan
agama KTP. Padahal urusan agama adalah urusan akal, seperti dikatakan oleh Nabi
Muhammad SAW: “Agama adalah akl, tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak
berakal”.
Maksud Nabi Muhammad
SAW tersebut adalah agar manusia dalam memilih suatu agama benar-benar
berdasarkan pertimbangan akalnya, dan bukan semata-mata karena asas keturunan.
Hal ini di tegaskan dalam firman Allah SWT, surat Al-Baqarah ayat 236 yang
artinya: “Tidak ada paksan untuk memasuki suatu agama, sesungguhnya telah jelas
antara jalan (agama) yang benar dan jalan (agama) yang salah”.
Dalam firman Allah SWT
itu tersirat bahwa betapa Dia menghargai akal manusia. Dia hanya menawarkan
atau mendorongkan ini yang baik dan ini yang buruk. Akhir keputusan terserah
kepada manusia, sebab manusia mempunyai akal. Dan Allah SWT telah berfirman
dalam surat Ali Imran ayat 19 yang artinya: ”Agama yang benar bagi Allah itu
hanyalah Islam”. Namun agama apa yang akan dipilih oleh manusia sebagai
sandaran hidupnya, diserahkan hidupnya kepada manusia itu sendiri.
Pandangan hidup
ternyata sangat penting, baik untuk kehidupan sekarang maupun kehidupan di
akhirat, dan sudah sepantasnya setiap manusia memilikinya. Maka pilihan
pandangan hidup harus betul-betul berdasarkan pilihan akal, bukan sekedar
ikut-ikutan saja.
Pandangan hidup berbeda
dengan cita-cita. Cita-cita misalnya:
ü Ingin punya istri cantik, terpelajar tapi setia
ü Ingin punya suami tinggi, tampan (simpatik),
pilot dan setia
ü Ingin jadi insinyur, doktor, atau pilot
ü Ingit hidup selamat, bahagia alis tidak
kekurangan apapun
Sedangkan pandangan
hidup:
ü Hidup bahagia, sejahtera
ü Hidup sejahtera, penuh kebahagiaan dan cinta
kasih
ü Hidup panjang umur untuk sanad kerabat dan dirinya serta bahagia, penuh
cinta kasih
a. Pengertian Pandangan Hihup
Menurut
Koentjaraningrat (1980) pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh
suatu masyarakat yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan
didalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap
hidup. Sedangkan menurut Manuel Kaisiepo 1982, pandangan hidup merupakan bagian
hidup manusia. Tidak ada seorang pun tang hidup tanpa pandangan hidup meskipun
tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup mencerminkan citra dari seseorang
karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya.
Apa yang dikatakan oleh
seseorang adalah pandangan hidup karena dipengaruhi oleh pola berfikir
tertentu. Tetapi, terkadang sulit dikatakan sesuatu itu pandangan hidup, sebab
dapat pula hanya suatuidealisasi belaka yang mengikuti kebiasaan berfikir yang
sedang berlangsung di dalam masyarakat. Setiap Bangsa, Negara maupun manusia
yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana tujuan yang
ingin dicapainya sangatmemerlukan pandangan hidup. Dengan pandangan hidup yang
jelas, suatu Bangsa, Negara maupun manusia akan memiliki pegangan dan pedoman
bagaimana ia memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam gerak masyarakat yang
semakin maju. Berpedoman pada pandangan hidup itu pula seseorang akan mampu
membangun dirinya.
Pandangan hidup
cendrung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap dalam
pembuatan, pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup memberi
pandangan pada nilai-nilai yang dimilikinya sendiri baik Bangsa, Negara maupun
manusia yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekat untuk mewujudkannya.
b. Sumber Pandangan Hidup
Macam-macam pandangan
hidup dapat digolongkan kedalam tiga kelompok, yaitu:
1) Pandangan hidup yang bersumber dari agama
(pandangan hidup muslim). Pandangan hidup ini memiliki kebenaran mutlak.
Contoh, pandangan hidup muslim(orang islam) bersumber dari Al-Quran dan sunnah
(sikap, perkataan, dan perbuatan Nabi Muhammad SAW). Dengan demikian maka
pandangan hidup muslim yang setia kepada islamtentang berbagaimasalah asasi
hidup manusia, merupakan jawaban muslim yang islam oriented mengenai berbagai
persoalan pokok hidup manusia yang tersimpul dalam Al-Quran dan Hadits.
Pandangan hidup muslim
terdiri atas:
a) Pedoman hidupnya ialah Al-Quran yang
tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 2, yang artinya: “Kitab Al-Quran tidak
ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang takwa”. Dan sunnah Rasul
(hadits), yang artinya: “Sesungguhnya aku tinggalkan untuk mu dua perkara,
tidak sekali-kali kamu tersesat sepanjang kamu berpegang pada keduanya, yaitu
kitab Allah (Al-Quran) dan Sunnah Rasul (Hadits)”. (H.R. Malik)
b) Dasar hidup ialah Islam
c) Tujuan hidupnya:
v Berdasarkan arahnya ialah:
ü Tujuan hidupnya yaitu mendapat keridhaan
Allah SWT
ü Kebahagiaan dunia dan akhirat
ü Menjadi rahmat bagi segenap Alam
v Ditinjau dari segi lingkungan
ü Tujuan sebagai individu
ü Tujuan sebagai anggota keluarga
ü Tujuan sebagai warga lingkungan
ü Tujuan sebagai warga Negara atau Bangsa
ü Tujuan sebagai warga dunia
ü Tujuan sebagai warga alam semesta
d) Tugas hidup muslim adalah beribadah
kepada Allah
e) Fungsi hidup muslim adalah:
v Sebagai khalifah diatas bumi, yaitu
menerjemahkan segala sifat-Nya kedalam perikehidupan dan kehidupan sehari-hari
dalam batas-batas kemanusiaan (kemampuan), melaksanakan segala yang diridhai
Allah diatas persada buana ciptaan Allah, yaitu yang tercantum dalam surat
Al-Baqarah ayat 30.
v Sebagai fungsi risalah atau penerus risalah
(ajaran) Nabi, pengembang tugas dakwah kepada segenap umat manusia, yaitu yang
tercantum dalam Al-Quran surat Ali-Imran
ayat 104.
f) Alat hidup muslim adalah harta menda
dan segala sesuatu yang dimilikinya, jiwa-raga dan sebagainya
g) Teladan hidupnya adalah Nabi Muhammad
SAW utusan Allah SWT., yang dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Qalam ayat 4,
dan dalam Hadits yang artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan
akhlak manusia yang utama”.
h) Kawan hidup muslim dalam arti khusus
adalah sumu/ istri yang taat kepada Allah yang tercantum dalam Al-Quran surat
An-Nisa ayat 34, Al-A’raf ayat 189, At-Taubah ayat 71, dan surat Ar-Rum ayat
21.
i) Lawan hidup muslim adalah setan yang
tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat
168, dan bangsa jin serta manusia yang tercantum dalam surat An-Nas ayat 4-6.
2) Pandangan hidup yang bersumber dari
ideologi merupakan abstaksi dari nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa.
Misalnya ideologi pancasila
3) Pandangan hidup yang bersumber dari hasil
renungan seseorang sehingga dapat merupakan ajaran atau etika hidup. Misalnya
aliran kepercayaan seperti agama Animisme, Kong Chu, Sinto, Budha, Hindu,
Angtingkan, dll.
c. Ideologi
Menurut William J.
Goode, dalam bukunya Vocabulary for Sosiology (1959) ideologi mengandung dua hal.
Yaitu:
1) Unsur-unsur filsafat yang digunakan, atau
usulan-usulan yang digunakan sebagai dasar untuk kegiatan.
2) Pembenaran intelektual untuk seperangka
norma-norma, seperti kapitalisme dan sebagainya.
Ideologi merupakan
komponen dasar terakhir dari sistem-sistem dasar kepercayaan dan petunjuk hidup
sehari-hari. Sesuatu ideologi bagi masyarakat tersusun dari tiga unsur, yaitu:
a) Pandangan hidup (world view)
b) Nilai-nilai (value)
c) Norma-norma (lenski, 1974)
Pandangan ini
menunjukkan bahwa pandangan hidup itu merupakan bagian dari ideologi.
Kebudayaan dapat membuat kemungkinan-kemungkinan menjawab pertanyaan mengapa
(why) tentang sesuatu dari kehidupan. Untuk menjawabnya, masyarakat
mengepresikan hasil kebudayaan untuk mencapai
beberapa pengertian. Dalam kenyataan ternyata ilmu pengetahuan mampu menjawap
pertanyaan mengapa (why)-nya sesuatu, tetapi sekaligus mengundang
pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.
Pada abad ke-18 dan
pada awal ke-20 banyak orang berfikir bahwa ilmu pengetahuandapat menggantikan
semua kedudukan ideologi (termasuk pandangan hidup) dan merupakan pelengkap
terakhir dari keterbatasab pandangan hidup. Sudah mafhum bahwa sains modern
telah memikirkan segala sesuatu, bahkan mendidik pribadi untuk bersikap mengambil
sejumlah kemudahan dalam rumuskan pandangan hidupnya. Tetapi, lambat laun sains
tidak dapat menghasilkan kreasinya, dalam kenyataan ia menghindar dari
soal-soal yang berdasar tentang realitas.
Dalam ideologi tindak
hanya ada norma dan pandangan hidup, tetapi ada nilai-nilai. Hanya yang penting
ialah nilai-nilai itu cendrung mengikat pandangan hidup. Pandangan hidup
merupakan pelengkap nilai-nilai dalam membuat pembenaran atau rasionalisasi
untuk nilai-nilai, seperti untuk melakukan suatu kegiatan; pandangan hidup
memberi semangat kepada nilai-nilai.
Dari uraian diatas,
nampak pada kita bahwa ideologi lebih luas dari pada pandangan hidup. Ideologi
biasanya tidak dipakai dalam hubungan individu. Ideologi digunakan dalam
konteks yang lebih luas, seperti ideologi negara, ideologi masyarakat atau
ideologi kelompok tertentu. Tetapi, lahirnya suatu Ideologi dapat disusun
secara sadar oleh tokoh-tokoh pemikir suatu masyarakat atau golongan tertentu
dari masyarakat, yang diperuntukan bagi masyarakat.
B. MAKNA CITA-CITA
Cita-cita adalah suatu
keiginan yang terkandung didalam hati, karena itu cita-cita juga berarti
angan-angan, keiginan, harapan, atau tujuan.
Cita-cita tidak dapat
dipaksakan dari kehidupan manusia, karena tanpa cita-cita berarti manusia tanpa
dinamika. Tidak ada dinamika berarti tidak ada kemajuan dan hidup asal hidup saja. Itu sebabnya sikap
hidup hanya menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak hasil seni yang
melukiskan cita-cita, kebajikan dan sikap hidup seseorang. Cita-cita sering
lkali berupa perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang tidak ada dalam
hati. Cita-cita diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan, niat, atau
harapan, keinginan ada yang baik dan ada yang buruk, keinginan yang baik adalah
keinginan yang dicapai dengan tidak merugikan orang lain. Keinginan buruk
adalah keinginan yang dapat merugikan orang lain.
Cita-cita berarti
harapan, keinginan, dan tujuan. Contoh cata-cita yang berarti harapan.
Misalnya, Adi mendapat nilai C bukan main kecewanya, ia mengharapkan nilai A,
sebab pesiapan untuk final yang dilaksanakannya cukup lama dan ia merasa telah
menguasai benar-benar materi yang diujikan.
Cita-cita yang berarti
keinginan. Maya ingin sekali melanjutkan studinya UGM. Ia mendaftar dan
mengikuti testing masuk perguruan tinggi. Ternyata tidak lulus sehingga ia
tidak dapat melanjutkan studinya di UGM.
Contoh cita-cita tang
berarti tujuan, Nana bertujuan setamat SMA akan melanjutkan sekolahnya di
Jakarta, ikut pamannya. Ternyata tamat SMA, pamannya dipindah tugaskan keluar
jawa. Hal itu menyebabkan Nana tidak jadi melanjutkan sekolahnya di Jakarta.
Ada tiga katagori
keadaan hati seseorang.
a. Orang yang berhati keras, tak berhenti
berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan
dan segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yang berarti keras biasanya
mencapai hasil yang gemilang dan sukses hidupnya.
b. Orang yang berhati lunak dalam usaha
mencapai cita-cita menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap
berusaha mencapai cita-cita itu, karena itu biarpun lambat ia akan berhasil
juga mencapai cita-cita.
c. Orang yang lemah, mudah terpengaruh oleh
situasi dan kondisi bila menghadapi kesulitan cepat-cepat ia berganti haluan
atau berganti keinginan.
C. MAKNA KEBAJIKAN
Kebajikan dapat
diartikan kebaikan atau perbuatan yang
mendatangkan kebaikan, keselamatan, keuntungan, kemakmuran dan kebahagiaan.
Manusia berbuat kebaikan karena menurut kodratnya, manusia dilahirkan dalam
keadaan fitrah (suci). Dengan kesucian jiwanya itu mendorong hati nuraninya
untuk berbuat kebaikan. “sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan
berbuat kebajikan”. (Q. S AN-Nahl = 90).
Manusia adalah seorang
pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah
bila manusia meninggal. Karena pribadi merupakan, manusia mempunyai pendapai
sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan
sebagainya.
Manusia merupakan
makhluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling
tolong menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula
saling mencurigai, saling membanci, saling merugikan dan sebagainya. Manusia
sebagai makhluk tuhan, diciptakan manusia dapat berkembang karena Tuhan. Untuk
itu manusia di lengkapi kemampuan jasmani dan rohani, juga fasilitas alam
sekitarnya seperti tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya.
Kebajikan dapat dilihat
dari tiga segi yaitu:
a. Manusia sebagai pribadi; dapat
menentukan baik buruk. Yang menentukan baik buruk itu adalah suara hati. Suara
hati bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Jadi, suara
hati itu merupakan hakim terhadap diri sendiri. Suara hati sebenarnya telah
memilih yang baik, namun manusia sering kali tidak mau mendengarkannya.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat; yang
menentukan baik buruk adalah suara hati masyarakat. Suara hati manusia adalah
baik, tetapi belum tentu suara hati masyarakat menganggap baik.
c. Manusia sebagai makhluk Tuhan; melakukan
apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Kebajikan berasal dari
dua sumber yaitu:
a. Manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini
(Q. S AL-Baqarah: 30)
b. Allah Yang Maha Kuasa, yang menciptakan
alam semesta beserta seluruh isinya.
Kebajikan Tuhan adalah
berupa karunia-Nya. Bagi orang yang tidak beriman kepada Tuhan, mereka tidak
percaya adanya kebajikan yang berasal dari karunia-Nya, tetapi bagi orang yang
beriman, ia percaya bahwa kebajikan manusia adalah karena karunia-Nya juga,
manusia hanya sebagai perantaraannya saja.
Kebajikan dapat
dikelompokkan dalam tiga, yaiu:
a. Kebajikan yang berupa tingkah laku,
misalnya sabda dan perbuatan Nabi Muhammad SAW merupakan Rahmatan Lil’alamin.
b. Kebajikan yang berupa benda-benda,
misalnya harta kekayaan, bila tidak diamalkan maka harta tersebut hanya berjasa
bagi pemiliknya saja, bila diamalkan harta demikian berfungsi untuk sosial.
c. Kebajikan yang berupa benda yang tak
berwujud, misalnya ilmu pengetahuan, kemampuan dan keahlian untuk menciptakan
sesuatu.
Pepatah mengatakan
bahwa. “Ilmu yang tidak di amalkan ibarat pohon yang tidak berbuah”. Tetapi
ilmu yang diamalkan memiliki makna kebajikan dan keutamaan yang dalam sekali.
Nabi Muhammad SAW bersabda “Barang siapa yang di kehendaki baik oleh Allah maka
ia di pintarkan dalam hal keagamaan dan diilhami oleh-Nya kepandaian dalam hal
itu”. (H. R Bukhari, Muslim, Tabrani).
Hadits diatas
menjelaskan bahwa betapa tinggi nilai ilmu pengetahuan itu sehingga
dipersamakan seiring dengan derajat kenabian, betapa pula rendahnya suatu
amalan yang sunyi dari ilmu pengetahuan, sekalipun yang beramal ibadat itu
tentunya tidak terlepas dari pengetahuan cara ibadat yang senantiasa di
kekalkan mengerjakannya, maka jika tanpa pengetahuan cara peribadatannya
pastilah bukan ibadat namanya.
Contoh seperli wasiat
Luqman kepada anaknya: “Hai anak ku, pergaulilah para alim ulama dan rapatilah
mereka itu dengan kedua lutut mu, sebab sesungguhnya Allah SWT menghidupkan
hati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan bumi dengan hujan lebat
dari langit”.
Hidup adalah kegelapan
Jika tanpa hasrat dan
keinginan
Hasrat adalah butang
Jika tanpa pengetahuan
Dan pengetahuan adalah
hampa
Jika tidak diikuti
pelajaran
Semua pelajaran akan
sia-sia
Jika tidak disertai
cinta
(KAHLIL GIBRAN)
D. KEPERCAYAAN/ KEYAKINAN
Menurut Prof. Dr. Harun
Nasution (bahan ceramah pada perantaran
pengajar Ilmu Budaya Dasar di Bukit Tinggi, 1981), menurut beliau ada tiga
aliran filsafat:
a. Aliran Naturalisme
Hidup manusia
dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan
gaib itu dari natur, dan natur itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya
pada Tuhan, natur itulah yang tinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap
dengan hukum-hukumnya, secara mutlak di kuasai Tuhan. Manusia sebagai makhluk
tidak mampu menguasai alam ini karena manusia itu lemah, manusia hanya dapat
berusaha dan berencana tapi yang menentukannya adalah Tuhan.
Bagi yang percaya pada
Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan,
karena itu manusia mengabdi pada ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agama
ada dua yaitu:
ü Ajaran agama yang dogmatis yaitu yang di
sampaikan Tuhan melalui Nabi-Nabi, sifatnya tetap dan tidak berubah
ü Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu
sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif (terbatas) dan berubah sesuai
dengan perkembangan agama.
Apabila aliran
naturalisme ini di hubungkan dengan pandangan hidup maka keyakinan manusia itu
bermula dari Tuhan. Jadi, pandangan hidup yang dilandasi oleh ajaran-ajaran
agama, manusia yakin bahwa kebajikan itu di ridhai oleh Tuhan. Pandangan hidup
yang dilandasi bahwa Tuhanlah kekuasaan tertinggi, yang menentukan
segala-galanya disebut pandangan hidup keagamaan (religius), sebaliknya apabila
manusia tidak mengakui adanya Tuhan, natur adalah kekuatan tertinggi, maka
keyakinan itu berasal dari natur dan pandangan hidup yang dilandasi oleh natur,
manusia yakin bahwa kebajikan itu kebajikan natur dan pandangan hidup ini
sifatnya ateistik. Disebut pandangan hidup komunisme.
b. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah
akal atau logika. Manusia mengutamakan akal, dengan akal manusia berfikir. Mana
yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun mungkin bertentangan dengan
hati nurani . akal berasal dari bahasa Arab yang artinya Kalbu yang berpusat
dihati, sehingga timbullah istilah “Hati Nurani” artinya daya rasa.
Apabila aliran ini di
hubungkan dengan pandangan hidup, maka keyahinan manusia itu bermula dari akal.
Jadi, pandangan hidup itu dilandasi oleh keyakinan, kebenaran yang diterima
akal. Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya
dapat diperoleh dengan akal.
c. Aliran Gabungan
Aliran gabungan adalah
kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari
Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah
dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu
dinilai dengan akal, baik sebagai logika berfikir maupun sebagai lohika rasa.
Jadi, apa yang benar menurut logika berfikir, juga dapat diterima oleh hati
nurani. Logika berfikir tidak ditekankan pada logika berfikit individu,
melainkan logika berfikir kolektef (masyarakat) pandangan hidup ini adalah
disebut sosialisme akal dalam arti baik sebagai logika berfikir maupun sebagai
daya rasa, logika berfikir secara individual maupun kolektif. Pandangan hidup
ini disebut sosialisme religius. Dua pandangan hidup ini terdapat perbedaan
pokok. Pandangan hidup sosialisme menekan pada logika berfikir kolektif,
sedangkan pandangan hidup sosialisme religius menekan pada logika berfikir
kolektif dan individual. Pandangan hidup sosialisme mengutamakan logika
berfikir dari pada hati nurani, sedangkan sosialisme religius mengutamakan
kedua-duanya, logika berfikir dan hati nurani.
E. MAKNA SIKAP HIDUP
Sikap hidup adalah
keadaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa positif, bisa negatif,
apatis atau sikap optimis atau persimis, bergabung pada pribadi orang itu dan
juga lingkungannya.
Sikap itu penting,
setiap orang mempunyai sikap dan sudah
tentu tiap-tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dapat dibentuk sesuai dengan
kemauan yang membentuknya. Pembentukan sikap ini terjadi melalui pendidikan.
Seperti halnya orang militer yang bersikap tegas, berdisiplin tinggi, sikap
kesatria, karena dalam kemiliteran ia dididik kearah sikap itu. Sikap dapat
juga berubah karena situasi, kondisi, dan lingkungan.
Dalam menghadapi
kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi
kelompok manusia, ada beberapa sikap etis dan nonetis. Sikap etis ini disebut
juga sikap positif yaitu sikap lincah, sikap tenang, dikap halus, sikap berani,
sikap arif, sikap rendah hati dan sikap bangga.
Sikap nonetis atau negatif
ialah sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh, sikap
rendah diri. Sikap-sikap itu harus di jauhkan
dari diri pribadi, karena sangat merugikan baik bagi pribadi
masing-masing maupun bagi kemajuan bangsa.
Dalam berbagai perpustakaan,
khususnya yang menelaah sikap manusia, ada semacam kesepakatan bahwa sikap
tidak lain merupakan produk dari proses sosialisasi dimana seseorang berarti
bahwa sikap seseorang terhadap objek tertentu pada dasarnya merupakan hasil
penyesuaian diri seseorang terhadap objek yang bersangkutan dengan dipengaruhi
oleh lingkungan susial serta kesediaan untuk bereaksi terhadap objek tersebut
Dalam kurun waktu
setengah abad terakhir inipengkajian terhadap sikap manusia, khususnya yang
dilakukan oleh disiplin spikologi sosial, ada yang mengatakan sikap berpangkal
pada pembawaan atau kepribadian, ada yang menempatkan sikap sebagai motif atau
sesuatu kontruk yang mendasari tingkah laku seseorang, dan ada pula yang
mengidentikkan sikap sengan keyakinan, kebiasaan, pendapat atau konsep-konsep
yang dikembangkan oleh seseorang. Bahwa mengidentifikasi sikap tidak dapat
dilihat secara langsung akan tetapi harus ditafsirkan terlebih dahulu sebagai
tingkah laku yang masih tertutup. Secara operasional pengertian sikap menunjukkan
konotasi ada kesesuaian reaksi terhadap katagori stimulus tertentu, sementara
dalam penggunaan praktis sikap sering kali dihadapkan dengan rangsang sosial
dan reaksi yang bersifat emosional.
Menurut T. M. Newcomb,
sikap manusia bukanlah suatu kontruk yang berdiri sendiri, akan tetapi paling
tidak ia mempunyai hubungan yang sangat erat dengan yang lain, seperti
dorongan, motivasi, nilai-nilai sikap. Dorongan adalah keadaan organisme yang
menginisiasikan kecendrungan kearah aktivitas umum. Motivasi adalah kesiapan
yang ditujukan pada sasaran dan dipelajari untuk tingkah laku dan bermotivasi.
Sikap adalah kesiapan secara umum untuk suatu tingkah laku bermotivikasi,
sedangkan nilai-nilai adalah sasaran atau tujuan yang bernilai terhadap
berbagai pola sikap dapat.
Menurut Van Peursen
dalam bukunya strategi kebudayaan mengenai aktualisasi sikap manusia dari zaman
ke zaman dalam menghadapi kekuasaan-kekuasaan tersebut, melihat adanya 3
periode peralihan yang mencolok yang dialami manusia pada umumnya. Ketiga
pagiode itu adalah:
a. Tahap mitis ialah sikap manusia yang
merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib disekitarnya, yaitu
kekuasaan dewa-dewa alam raya atau kekuasaan kesuburan
b. Tahap antiologi ialah sikap manusia yang
tidak hidup lagi dalam kepungan, ia menyusun suatu ajaran atau teori mengenai
dasar hakikatnya segala sesuatu (antologi) dan mengenai segala sesiatu menurut
perinciannya (ilmu-ilmu)
c. Tahap fungsianal ialah sikap dan alam
pikiran yang makin nampak dalam diri manusia modern. Ia tidak begitu terpesona
lagi oleh lingkungan (sikap mitis), ia tidak lagi dengan kepala dingin ambil
jarak terhadap objek penyelidikannya (sikap antologis).
Sementara itu Franz
Magnis Suseno melihat adanya dua bahaya yang terjadi kendala bagi manusia dalam
upaya memenuhi ataupun mempertahankan sikap hidup, kedua bahaya yang dimaksud
adalah nafsu dan pamrih.
Nafsu adalah
perasaan-perasaan kasar yang bisa menggagalkan kontrol diri manusia dan
sekaligus membelenggunya secara buta secara lahir. Nafsumemperlemah manusia
karena pemborosan kekuatan-kekuatan batin tanpa guna. Seseorang yang dikuasai
nafsu, boleh jadi tidak lagimenuruti akal budinya, tidak bisa lagi
mengembangkan segi-segi halusnya, semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan
konflik dan ketegangan-ketegangan dalam masyarakat dan pada instansi terakhir,
membahayakan ketentraman.
Pamrih dan egoisme juga
menjadi musuh manusia. Ini bias dimengerti mengingat seseorang yang bertindak
lantaran pamrih semata-mata biasanya cendrung mengusahakan kepentingannya
sendiri tanpa memperdulikan kepentingan masyarakat. Dilihat dari kacamata
sosial pun pamrih itu selalu mengacau karena merupakan tindakan tanpa perhatian
terhadap keselarasan sosial. Selain itu pamrih sekaligus memperlemah manusia dari
dalam, karena sikap yang mengajar pamrih
biasanya akan memutlakkan kekuatannya sendiri. Dengan demikian itu ia
mengisolasikan dirinya sendiri dan memotong diri dari sumber kekuatan batin yang tidak terletak dalam
individualitasnya, melainkan dalam dasar yang mempersatukan semua kekuata pada
dasar jiwa mereka.
Menurut Soetrisno dalam
bukunya Falsafah Hidup Pancasila sebagaimana tercermin Falsafah Hidup Orang
Jawa, ia melihat adanya tiga, yaitu:
a. Selalu ingin menang sendiri
b. Selalu ingin benar sendiri
c. Hanya mementingkan kebutuhannya sendiri
Selain yang tertera
diatas ada juga sikap lain yang dianggap kurang baik, yaitu kebiasaan untuk
menarik keuntungan sendiri dari setiap situasi tanpa memperhatikan masyarakat
kecendrungan untuk memperoleh hak yang lebih dibanding orang lain dengan alasan
juga yang diberikannya.
BAB 7

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Manusia dan Tanggung Jawab
Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak
dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai
yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan
sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah
sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan
terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab
dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.
Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:
a) Kewajiban terbatas
b) Kewajiban tidak terbatas
Pengertian
Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri
manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal.
Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian
orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena
pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar
yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi
tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga
berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah,
keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran
manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di
sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani
menghadapi masalahnya sendiri.
Macam-Macam
Tanggung Jawab
Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap
orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian
sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah
mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk
bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai
pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib
bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut
nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan,
keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia
lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan
manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut.
Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang
tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam
masyarakat tersebut.
4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara.
Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan.
Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan
melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab
kepada bangsa atau negaranya.
5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka,
tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi
kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh
tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai
dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi
tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut
meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab
manusia terhadap
sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta
tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap
Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan
beribadah kepada-Nya.
Pengabdian
dan Pengorbanan
Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.
Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu
sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun
tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu
ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya
adalah rasa tanggungjaab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk
mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga. Manusia
tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai
ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti
penyerahan diri sepenuhnya kepada uhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab
kepad Tuhan.
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti
persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung
keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas
kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Perbedaan antara pengabdian dan
pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan.
Antara sesame kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian
mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat
juga diterapkan kepaa sesame teman..
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat
berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa
ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada
perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu
misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu
dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
BAB 8
MANUSIA DAN
KEGELISAHAN

Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa kwatir tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situai tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekwatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena pa yang diinginkan tidak tercapai.
Manusia dan Kegelisahan
Takut atau gelisah menurut istilah biasanya disebut ansietas. Ansietas merupakan suatu jenis neurosis yang tanda utamanya adalah rasa cemas atau takut berkebihan, sering sekali datangnya secara tiba- tiba, timbul sebagai akibat dari adanya konflik internal atau konflik dari dalam hati, misalnya perasaan tentang kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya.
Takut atau gelisah dalam bahasa arab sering disebut khauf yang artinya keadaan jiwa disaat manusia terancam.
Faktor terjadinya kegelisahan atau kecamasan :
1. Ketidakmampuan seorang dalamenghadapi kenyataan hidup.
2. Munculnya rasatakut tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
3. Situasi budaya kita yang belum mapan betul.
4. Adanya dorongan kegelisahan dari dalam hati nuraninya sendiri.
5. Adanya perasaan takut kehilangan hak maupun nama baiknya.
6. Karena sedang menunggu sesuatu.
7. Faktor dari luar yang terjadi karena lingkungan dimana ia tinggal dan masyarakat sekitarnya.
Sebab-sebab timbulnya rasa takut :
1. Kurang beriman
Pengaruh iman terhadap jiwa dan kehidupan manusia, diantaranya berani, sebab bagi yang beriman tidak ada yang l ebih kuat dari kekuatan Allah dan tidak ada kebesaran yang melebihi kebesaran Allah.
2. Kurang atau tidak yakin akan kekuatn diri sendiri
Kurang yakin akan kekuatan diri sendiri menjadi seorang yang pengecut, ancaman yang dihadapinya terasa begitu besar sebaliknya diri merasa kecil.
3. Karena merasa bersalah atau berdosa
Karena perbuatan dosa akan mengguncangkan jiwa dan menimbulkan keraguan didalam hatinya, oleh sebab itu orang yang jiwanya labil tidak akan memiliki keyakinan dan keberanian.
Penanggulangan Penderita Ansietas :
1. Menjelaskan kelainan yang dideritanya, yakni mengungkapkan trauma dimasa lampau yang mungkin mengakibatkan konflik dihatinya.
2. Psikoterapi, yakni memberikan kepastian dan keyakinan bahwa sang penderita akan selalu dilindungi fan dimengerti serta diberikan rasa simpati dan perhatian kepadanya.
3. Berupaya agar dirinya memasuki suatu keadaan yang rileks.
4. Mendekatkan diri kepada Allah.
5. Pemberian obat penenang
Bentuk-bentuk kegelisahan
1. Keterasingan
Keterasingan mempunyai arti perihal yang berkenaan dengan ketersisihan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Sumber-sumber dari keterasingan:
~ Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat
contoh: mencuri, angkuh, keras kepala,dll
~ Sikap rendah diri, merasa tidak berharga karena cacat fisik, pendidikan rendah dan sebagainya
2. Kesepian
Perasaan sepi singgah dihati manusia tergantung dari masalah yang menimpa jiwa orang yang mengalaminya. Orang yang mengasingkan diriny sehingga terjadi kesepian mungkin karena kesombonganya atau sikap rendah dirinya. Namun sebab utama orang kesepian adalah takut kehilangan hak hidup dan hak memilih nama baik, selain itu juga disebabkan oleh frustasi.
3. Ketidakpastian
Orang yang pikiranya terganggu tidak lagi berpikir secara jernih, teratur untuk logis mengambil kesimpulan, karena dalam pikiranya selalu menerima rangsangan lain yang baru, sehingga pikiranya kacau.
4. Kecemasan
Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam :
A . Kecemasan tentang kenyataan
adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakanya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda tertentu atau keadaan tertentu dilingkunganya.
B. Kecemasan neurotis(saraf)
ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah.Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam 3bentuk:
~ Bentuk kecamasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada lingkungan yang kiranya cocok.
~ Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional(phobia)
~ Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba- tiba.
C. Kecemasan moril
merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani.
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa kwatir tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situai tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekwatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena pa yang diinginkan tidak tercapai.
Manusia dan Kegelisahan
Takut atau gelisah menurut istilah biasanya disebut ansietas. Ansietas merupakan suatu jenis neurosis yang tanda utamanya adalah rasa cemas atau takut berkebihan, sering sekali datangnya secara tiba- tiba, timbul sebagai akibat dari adanya konflik internal atau konflik dari dalam hati, misalnya perasaan tentang kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya.
Takut atau gelisah dalam bahasa arab sering disebut khauf yang artinya keadaan jiwa disaat manusia terancam.
Faktor terjadinya kegelisahan atau kecamasan :
1. Ketidakmampuan seorang dalamenghadapi kenyataan hidup.
2. Munculnya rasatakut tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
3. Situasi budaya kita yang belum mapan betul.
4. Adanya dorongan kegelisahan dari dalam hati nuraninya sendiri.
5. Adanya perasaan takut kehilangan hak maupun nama baiknya.
6. Karena sedang menunggu sesuatu.
7. Faktor dari luar yang terjadi karena lingkungan dimana ia tinggal dan masyarakat sekitarnya.
Sebab-sebab timbulnya rasa takut :
1. Kurang beriman
Pengaruh iman terhadap jiwa dan kehidupan manusia, diantaranya berani, sebab bagi yang beriman tidak ada yang l ebih kuat dari kekuatan Allah dan tidak ada kebesaran yang melebihi kebesaran Allah.
2. Kurang atau tidak yakin akan kekuatn diri sendiri
Kurang yakin akan kekuatan diri sendiri menjadi seorang yang pengecut, ancaman yang dihadapinya terasa begitu besar sebaliknya diri merasa kecil.
3. Karena merasa bersalah atau berdosa
Karena perbuatan dosa akan mengguncangkan jiwa dan menimbulkan keraguan didalam hatinya, oleh sebab itu orang yang jiwanya labil tidak akan memiliki keyakinan dan keberanian.
Penanggulangan Penderita Ansietas :
1. Menjelaskan kelainan yang dideritanya, yakni mengungkapkan trauma dimasa lampau yang mungkin mengakibatkan konflik dihatinya.
2. Psikoterapi, yakni memberikan kepastian dan keyakinan bahwa sang penderita akan selalu dilindungi fan dimengerti serta diberikan rasa simpati dan perhatian kepadanya.
3. Berupaya agar dirinya memasuki suatu keadaan yang rileks.
4. Mendekatkan diri kepada Allah.
5. Pemberian obat penenang
Bentuk-bentuk kegelisahan
1. Keterasingan
Keterasingan mempunyai arti perihal yang berkenaan dengan ketersisihan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Sumber-sumber dari keterasingan:
~ Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat
contoh: mencuri, angkuh, keras kepala,dll
~ Sikap rendah diri, merasa tidak berharga karena cacat fisik, pendidikan rendah dan sebagainya
2. Kesepian
Perasaan sepi singgah dihati manusia tergantung dari masalah yang menimpa jiwa orang yang mengalaminya. Orang yang mengasingkan diriny sehingga terjadi kesepian mungkin karena kesombonganya atau sikap rendah dirinya. Namun sebab utama orang kesepian adalah takut kehilangan hak hidup dan hak memilih nama baik, selain itu juga disebabkan oleh frustasi.
3. Ketidakpastian
Orang yang pikiranya terganggu tidak lagi berpikir secara jernih, teratur untuk logis mengambil kesimpulan, karena dalam pikiranya selalu menerima rangsangan lain yang baru, sehingga pikiranya kacau.
4. Kecemasan
Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam :
A . Kecemasan tentang kenyataan
adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakanya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda tertentu atau keadaan tertentu dilingkunganya.
B. Kecemasan neurotis(saraf)
ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah.Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam 3bentuk:
~ Bentuk kecamasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada lingkungan yang kiranya cocok.
~ Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional(phobia)
~ Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba- tiba.
C. Kecemasan moril
merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani.
BAB 9
MANUSIA DAN HARAPAN
A. Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya
sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat
terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan,
berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun
mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman,
lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu
membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang
yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi
tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”,
walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada
diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat
terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada
akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.
B. Apa Sebab Manusia
Mempunyai Harapan ?
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir
ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu
keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput
dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan
berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang
mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat
dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah
yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan
dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia
mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis
besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia
atau kebutuhan manuis itu ialah :
a) Kelangsungan hidup (survival)
b) Keamanan (safety)
c) Hak dan kewajiban mencintai dan
dicintai (be loving and love)
d) Diakui linkungan (status)
e) Perwujudan cita – cita (self
actualization)
C. PENGERTIAN DOA
Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya
memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu
yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang
memudharatkan.1
Adapun lafadz do'a yang ada dalam al Qur'an bisa bermakna
sebagai berikut:
1. Ibadah, seperti firman Allah: Dan janganlah kamu menyembah
apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi madharat kepadamu selain
Allah, sebab jika kamu berbuat demikian make, kamu termasuk orang-orang yang
zhalim. (Yunus: 106).
2. Perkataan atau Keluhan. Seperti pada firman Allah: Maka
tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan mereka sebagai tanaman
yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (al Anbiya: 15).
3. Panggilan atau seruan. Allah berfirman: Maka kamu tidak akan
sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan
orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling ke
belakang. (ar- Rum: 52)
4. Meminta pertolongan. Allah berfirman: Dan jika kamu (tetap)
dalam keraguan tentang at Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami
(Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur'an itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (al
Baqarah: 23).
5. Permohonan. Seperti firman Allah: Dan orang-orang yang berada
dalam neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam: "Mohonkanlah kepada
Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari." (al Mukmin:
49).
Macam-Macam Do’a
Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata: "Setiap perintah di
dalam al Qur'an dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah
(permintaan) dan do'a ibadah." 2
Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah:
Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan
manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan.
Dan ini dibagi menjadi tiga:
a) Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini
(termasuk tauhid dan berpahala. -red. vbaitullah)
b) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia
tidak mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada
kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik
dan dosa besar.
c) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal
yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih
hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.
Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang
diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya
semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan
utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.
D. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau
meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan
pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada beberapa kalimat yang dapat kita
perhatikan :
Ia tidak percaya pada diri sendiri.
Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu, berita itu kurang
dapat dipercaya.
Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah.
Kita harus percaya akan nasehat – nasehat yang berasal dari
Al-qur’an.
Dengan contoh berbagai kalimat diatas maka dapat ditarik
kesimpulan, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.
E. Berbagai Kepercayaan
Dan Usaha Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat
dibedakan atas :
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi
manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha
Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya
mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada
saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu
sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata
hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya
karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun
janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
• Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah
laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan
langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah
pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban
kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai
kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari
rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma
pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang
(individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara.
Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada
negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang
mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya
mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun
demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber
kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada
negara/pemerintah.
• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting,
karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh
Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan
itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa
manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat
itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali
penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia
berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada
Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan
akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya
merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan
kepada zat tersebut.
Usaha-usaha Meningkatkan Percaya pada Tuhan
Usaha itu antara lain:
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan
suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan
sebagainya.
BAB 10
PENUTUP
Kesimpulan
Dari uraian di atas
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : Mata kuliah ISBD adalah salah satu
mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan tentang berbagai
masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari.
Manusia pada
hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang. Cinta
adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau
sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau
cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan.
Keindahanberasal dari
kata Indah, Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang
bila melihatnya, keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau
elok. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran.
Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang
selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak mempunyai
keindahan. Adapun manusia juga mempunyai fitrah kesenangan terhadap keindahan
dan kecenderungan terhadap sesuatu yang indah, sehingga hubungan keindahan dan
manusia tak dapat dipisahkan.
Penderitaan berasal
dari kata derita (dhra-saak) artinya menahan atau menanggung merasakan sesuatu
yang tidak menyenangkan. Pederitaan juga memiliki hubungan yang sangat erat
dengan manusia, rasa sakit, siksaan menuntut manusia untuk bangkit menjadi
lebih baik namun ada yang tidak kuat sehingga terjadi kekalutan Mental. Apabila
manusia tidak mampu melewati sesuai dengan khaidah agama manusia akan mendapat
penderitaan di akhirat berupa penyiksaan di dalam neraka.
Keadilan, kejujuran,
pembalasan, kecurangan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Keadilan merupakan pengakuan dan perbuatan yang seimbang antara hak
dan kewajiban, tidak semihak sebelah ataupun tidak sewenang-wenang. Keadilan
terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan
kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang
menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan
bersama.
Pandangan hidup
merupakan pedoman yang digunakan oleh seseorang dalam mengarungi hidupnya demi
mencapai tujuan hidup yang positif. Pandangan hidup yang dimiliki oleh
seseorang dalam mengarungi kehidupan mencakup cita-cita, kebajikan, sikap
hidup. Cita-cita merupakan perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang
ada dalam hati. Sementara kebajikan merupakan kebaikan, sesuatu yang
mendatangkan kebaikan, keselamatan, keuntungan, kemakmuran dan kebahagiaan.
Kemudian sikap hidup merupakan keadaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap
hidup bisa positif atau negatif, bisa optimis atau pesimis, dan bahkan bisa
juga apatis.
Tanggung Jawab dalam
konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab
adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang menjadi
tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain,
adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang
yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh
potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk
kepentingan orang lain ataupun orang banyak.
Kegelisahan merupakan
bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak memperdulikan segala
latar belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah
sebentar atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi
sangat wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan.
Harapan berasal dari
kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau suatu yang belum
terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai
dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai
,memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri,kepercayaan kepada orang lain dan
kepercayaan kepada TUHAN.
3.2. Saran
Dengan diselesaikannya
makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan
pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran guna
peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.
DAFTAR
PUSTA
Maanusia dan cinta kasih :
Joko Tri Prasetya,
Drs. Dkk., Ilmu Budaya Dasar,PT Rineka Cipta,Jakarta,1991
manusi dan keindahan :
Sumber:
nn://oebudhi.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-keindahan.html
http://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/
nn://oebudhi.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-keindahan.html
http://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/
manusia
dan penderitan :
MANUSIA DAN
PENDERITAAN SUMBER
MANUSIA
DAN KEADILAN :
SUMBER
:
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP :
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB :
Sumber:
http://sahat1ka43.blogspot.com/2012/07/manusia-dan-tanggung-jawab.html
manusia dan kegelisahan :
http://ajinovyanw.blogspot.com/2012/03/manusia-dan-kegelisahan-ilmu-budaya.html
manusia dan harapan :
Sumber :
http://amrozi-gitz.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-harapan.html
http://sahat1ka43.blogspot.com/2012/07/manusia-dan-harapan.html
http://harapansatria.blogspot.com/2008/05/pengertian-doa.html
http://rulrul.wordpress.com/2011/03/16/rangkuman-ibd-manusia-dan-harapan/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar